Sunday, July 12, 2009

Rahasia Kekuatan Pikiran

Alkisah suatu hari Raden Rangga, seorang pangeran Mataram Putra Panembahan Senopati Ing Ngalogo, sedang bermain-main di suatu pinggiran hutan. Raden Rangga dikenal sebagai seorang pangeran yang sangat sakti. Mainannya bukanlah mainan seperti yang dilakukan kebanyakan anak muda. Sebuah batu besar ia main-mainkan dengan cara ditepuk-tapuk dan ditusuk-tusuk secara empuk dengan ujung jarinya layaknya adonan kue. Sungguh luar biasa bagi orang yang melihatnya. Dia melakukan itu bukan dengan menguatkan ujung jarinya sehingga kuat seperti besi, tetapi batu yang dia mainkan yang menjadi lunak seperti adonan kue.


Ketika sedang asyik bermain tersebut, tiba-tiba datanglah Ki Juru Martani, yang masih terhitung kakeknya, menegur Raden Rangga,” Hai, jangan main-main dengan batu itu. Batu itu keras, nanti tanganmu sakit!”

Aneh, begitu mendengar kata-kata Ki Juru Martani tersebut tiba-tiba batu mainan Raden Rangga menjadi keras dan Raden Rangga pun menjerit kesakitan begitu jari-jari tangannya menusuk batu itu. Raden Rangga pun merasa gusar kepada Ki Juru Martani.

Sewaktu muda Sunan Kalijaga pernah menjadi perampok ala Robin Hood dengan nama Begal Lokajaya. Dia melihat banyak kehidupan yang timpang antara rakyat jelata yang miskin dengan para pejabat kerajaan, baik Kerajaan Demak yang baru berdiri maupun Kerajaan Majapahit yang hampir runtuh. Oleh karena itu sasaran rampoknya adalah para bangsawan rakus, dan hasil rampokannya dibagikan kepada rakyat miskin.

Suatu ketika Lokajaya mencegat seorang musafir yang sedang lewat. Dalam penglihatan Lokajaya musafir tersebut membawa sebilah tongkat emas. Dirampoklah dia untuk diminta tongkat emasnya.

Sang musafir yang kemudian dikenal sebagai Sunan Bonang dengan tenang berkata,” Anak muda, kalau kau menginginkan emas, lihatlah buah kolang-kaling dipohon itu.” Sambil menunjuk ke arah pohon kolang-kaling dengan tongkatnya beliau berkata lagi,” kolang-kaling itu emas semua. Ambillah!”

Lokajaya pun takjub demi melihat bertandan-tandan kolang-kaling berubah menjadi emas berkilauan. Dia pun bergegas untuk memanjat dan memetik kolang-kaling emas itu.

Dua kisah di atas adalah cerita rakyat dari mulut ke mulut di kalangan masyarakat Jawa. Sebagian menganggap itu hal tidak masuk akal dan hanya mitos, namun sebagian yang lain percaya itu betul-betul terjadi dan menjadi bagian dari sejarah masa lalu negeri ini.

Semua itu adalah hasil dari kekuatan pikiran. Ketika pikiran kita betul-betul fokus dan kita yakin, maka apa yang kita pikirkan itu akan menjadi kenyataan. Apapun itu. Karena ketika kita fokus dan yakin, kekuatan semesta akan bergerak mendukung.

Raden Rangga yang tadinya bisa fokus menganggap batu sebagai adonan roti tiba-tiba buyar pikirannya oleh ucapan Ki Juru Martani sehingga batu menjadi keras kembali. Bukan karena Ki Juru Martani yang lebih hebat, tetapi karena Rangga yang memang kemudian terpengaruh oleh ucapan Juru Martani bahwa batu itu keras sehingga itu mengembalikan logika berpikir dia bahwa di mana-mana yang namanya batu itu ya keras, dan menghilangkan keyakinan dia bahwa sesuatu yang keras pun bisa dilunakkan dengan pikiran kita.

Begitu pun dengan Lokajaya. Kekuatan pikiran dan keyakinan Sunan Bonang mampu mengubah buah kolang kaling menjadi emas dalam sekejap. Namun ketika ditinggal pergi, logika Lokajaya kembali bekerja bahwa tidak mungkin buah-buahan menjadi emas. Karena pikirannya tidak mempercayai, akhirnya buah kolang-kaling emas itu pun kembali menjadi buah biasa. Itu semua adalah hasil dari kekuatan pikiran mereka.

Pada zaman dahulu, orang-orang perlu bertapa selama kurun waktu yang lama untuk bisa menjadi “sakti”. Mengapa perlu bertapa? Karena pada saat itu ya itulah cara yang diyakini bisa membangkitkan kekuatan bawah sadar, dan cara untuk memfokuskan pikiran dan keyakinan kita sampai akhirnya mencapai tahap “sakti” dan bisa melakukan hal-hal ajaib yang sulit diterima nalar. Mereka tidak tahu bahwa ada cara yang lebih efektif untuk bisa melakukan semua itu, yaitu tinggal percaya dan yakin saja. Nha, pada zaman dulu itu untuk bisa yakin dan percaya orang perlu bertapa atau melakukan ritual-ritual tertentu sehingga mereka betul-betul yakin dan percaya diri. Hasilnya pun tergantung seberapa kuat kepercayaan dan keyakinan setiap individu akan “bisa mewujud”-nya impian mereka.

Di zaman modern karena orang semakin tahu ilmunya, tidak perlu bertapa pun asalkan bisa memfokuskan pikiran dan keinginan, maka hal-hal ajaib pun bisa diwujudkan. Keajaiban bukanlah monopoli masa lalu atau zaman dongeng.

Ada beberapa orang yang secara bawaan memang gampang untuk memfokuskan pikiran dan keyakinan, bahkan tanpa mereka sendiri sadari bahwa mereka telah fokus. Sehingga ada orang-orang yang dengan mudah melakukan hal-hal luar biasa yang sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan orang lain karena secara bawaan dia dibekali kemampuan untuk fokus dengan keinginannya, dan kecerdasan untuk menerima daya kerja bawah sadar yang kadang tanpa mereka sadari.

Ada juga sebagian orang yang perlu pelatihan untuk bisa mengerti dan mempraktekkan ilmu fokus itu. Dalam mencapai tahap yakin akan kekuatan keinginan (baca: impian) ini ada sebagian yang bisa dibangkitkan hanya dengan cara diberi tahu rahasianya atau melalui beberapa pelatihan saja. Tapi ada juga yang perlu melakukan ritual-ritual tertentu seperti manusia masa lampau. Semua itu tergantung “kecerdasan spiritual” setiap individu.

Di zaman sekarang, kekuatan ajaib seperti Raden Rangga tidaklah begitu diperlukan dan keajaiban mengubah kolang-kaling menjadi emas secara sim salabim juga sulit dilakukan. Kenapa? Karena manusia zaman sekarang terbiasa berpikir dengan logika. Mereka tidak bisa menginginkan dan tidak bisa yakin bahwa batu bisa menjadi lunak selunak adonan kue dan kolang kaling bisa menjadi emas karena logika kita justru meyakini itu tidak mungkin. Semakin tidak masuk akal keajaiban yang kita inginkan, logika kita menolak semakin kuat. Bahkan secara tidak kita sadari pun logika kita bisa tetap bekerja, karena sejak kecil memang kita sudah diajari untuk menggunakan logika dari pada kekuatan pikiran. Akhirnya meskipun kadang kita menghayalkan suatu keajaiban namun secara logika tidak mempercayai ya akhirnya itu tidak bisa terwujud.

Dalam dunia yang lebih relevan dengan kebutuhan sekarang kekuatan pikiran itu tetap bisa kita gunakan untuk mencapai semua dream kita. Dalam dunia bisnis dan dunia kompetisi lainnya, misalnya olah raga, ini tetap berlaku sama. Harus fokus, percaya dan yakin. Karena kebiasaan kita berpikir dengan logika, maka dalam menginginkan sesuatu pun biasanya kita lebih bisa percaya semua bekerja sesuai batas logika kita. Akhirnya meskipun kita fokus pada dream kita, karena secara tidak sadar kita membatasi kejadiannya sesuai logika kita dan bukan ajaib sim salabim dalam sekejap, maka keyakinan kita pun bisa mewujud tetapi tetap dalam kerangka logika kita. Misalnya Anda menginginkan sebuah vila mewah di sebuah bukit yang indah. Karena Anda pasti tidak percaya bahwa vila mewah itu bisa terwujud dengan cara abrakadabra dalam sekejap melainkan melalui proses tertentu, akhirnya yang terjadi pun demikian. Anda perlu membangun bisnis dulu, bekerja keras, mengumpulkan hasil baru kemudian membangun vila di atas bukit dan impian Anda pun menjadi kenyataan yang artinya pikiran Anda telah mewujud.

Ada banyak sekali contoh orang modern yang “sakti”, yang berkat keyakinannya bisa mewujudkan impian mereka walaupun sebelumnya tampak mustahil, yang bekerja dengan mengikuti pola logika mereka dan logika kita sekarang.. Sebut saja Wright bersaudara yang sukses mewujudkan impian mereka untuk membuat pesawat terbang, padahal keyakinan umum orang waktu itu tidak mungkin ada benda yang lebih berat dari burung bisa terbang. Thomas Alva Edison yang walaupun ratusan kali gagal, namun karena dia tetap yakin bahwa dia bisa menemukan lampu pijar akhirnya betul-betul bisa menemukan lampu pijar. Kolonel Sander yang yakin ayam gorengnya akan laku keras meskipun ditolak ribuan kali, tetapi karena dia sangat yakin akhirnya terwujudlah Restoran Cepat Saji KFC yang sekarang tersebar di seluruh dunia. Masih banyak lagi contoh orang-orang yang sukses berkat keyakinan yang kuat, yang tidak peduli dengan suara dari luar hingga bisa mewujudkan semua impian mereka. Ada pun orang-orang yang lebih percaya mendengar orang lain yang mementahkan impian mereka, mereka pun akan gagal di tengah jalan, seperti Raden Rangga yang buyar pikirannya karena mendengar perkataan Ki Juru Martani.

Itulah sesungguhnya kekuatan pikiran kita. Pikiran kita bisa mewujud menjadi apa saja. Jadi kalo Anda mempunyai impian, yakinlah bahwa impian Anda pasti bisa terwujud, cepat atau lambat. Kalau Anda membangun bisnis, yakinlah bahwa Anda pasti bisa mewujudkan bisnis seperti yang Anda inginkan. Jangan hiraukan logika Anda bahwa ini tidak mungkin itu tidak masuk akal dan sebagainya. Tetaplah fokus dan yakin, maka Tuhan dengan melalui system yang paling canggih di alam semesta ini akan membukakan jalan sesuai logika Anda dan mewujudkan keinginan Anda. Anda tidak perlu lagi bertapa, cukup yakin dan percaya saja pada impian Anda. Dan sungguh menggembirakan semua orang, karena untuk yakin dan percaya tidak perlu bayar alias gratis. Namun ada kabar buruknya, bagi orang-orang yang terbiasa menghitung dengan logika, akan lebih sulit untuk bisa yakin bahwa hanya dengan kekuatan pikirannya bisa mewujudkan keajaiban. Tapi pada prinsipnya karena untuk yakin dan percaya tidak perlu mengambil ke mana-mana, artinya pada dasarnya semua orang bisa. Artinya semua orang juga bisa sukses.

Terus kenapa tidak semua orang bisa mewujudkan keinginan mereka padahal mereka tahu akan kekuatan impian? Jawabannya karena logika atau pikiran mereka sendirilah yang mementahkan atau menghalangi keyakinan akan terwujudnya impian mereka. Mereka justru disibukkan dengan otak atik logika mereka : bagaimana ini mungkin, bagamana orang seperti saya bisa, bagaimana itu bisa terwujud, tidak masuk akal dan sebagainya.

Karena itu tetaplah percaya dan yakin, impian Anda akan terwujud, bukan dengan sim salabim tapi mewujud sesuai dengan logika yang bisa Anda pahami.

Satu hal yang sangat penting, karena dengan keyakinan pikiran kita bisa mewujud menjadi apa saja sesuai pikiran yang tertanam sampai alam bawah sadar kita, tidak peduli itu pikiran negatif atau positif. Hal negatif yang kita pikirkan terus menerus sampai merasuk sel-sel tubuh kita akan mewujud menjadi kenyataan dalam hidup kita, meskipun itu ditujukan pada orang lain. Karena itu jika kita menginginkan hal-hal positif yang terjadi dalam hidup kita, selalulah berpikir positif, untuk diri sendiri dan untuk orang lain. Anda akan menerima kebaikannya.

Friday, July 10, 2009

Rahasia Hidup seperti LUBANG BEKAS PAKU

Dalam suatu percakapan ada seorang ayah (pernah) menasehati anak laki-lakinya yang suka marah-marah dan bete dengan orang lain. Intinya ia kesal dengan orang lain. Baik itu dengan orang yang pernah disakiti olehnya maupun ia pernah disakiti oleh orang itu. Pokoknya ia ilfil kalau melihat orang lain. Lalu anak laki-lakinya tersebut diajak menuju ke istal (kandang kuda), ayahnya pun mengatakan,” Anakku jika engkau marah maka tanamkanlah sebatang paku ke pagar itu. Semakin engkau marah, engkau pukul paku-paku itu keras-keras. Begitu seterusnya.”

Sejak saat itu, jika ia marah kepada siapa pun, ia selalu memukul sebatang paku pada pagar kandang kuda seterusnya sekuat tenaganya, dan ia sangat mampu melakukan hal itu. Sebulan kemudian, dengan bangganya dan cekatan ia menunjukan kepada orangtuanya bahwa paku-paku yang ia hujamkan pada pagar kandang kuda semakin banyak.

Lalu, ayahnya pun mengatakan,” Nah sekarang engkau bisa menahan marah dan tidak jadi marah, bahkan bisa meminta maaf kepada orang lain, lalu cabut paku-paku itu satu-persatu. Begitu setertusnya!” Menerima tantangan tersebut dengan mantap ia mengatakan,” Oke!” Siapa takut!” Tanpa tahu apa maksud yang diberikan ayahnya kepada dirinya.

Sebulan kemudian, ayahnya bertanya,” Adakah paku yang sudah dicabut?”

Dengan mantap ia menjawab,” Sudah semua, Pak!”

Lantas ayahnya ingin melihat “hasil karya” si anak tadi ke pagar kandang kuda. Di pagar kandang kuda tersebut, ayahnya mengatakan bahwa semua paku yang sudah tercabut, namun masih meninggalkan bekas lubang yang terlihat jelas. Hal itu berarti ketika kita memarahi seseorang kita akan menanamkan luka yang (amat) dalam pada diri orang yang yang dimarahi tersebut. Bahkan, jika kemudian kita meminta maaf (mencabut kembali paku) tersebut), hal itu tetap meninggalkan luka yang menganga (bekasnya).

Wednesday, July 8, 2009

Rahasia Penyakit Alasan

MENGATASI PENYAKIT DALIH /Alasan (by Paulus Winarto)

Sembilan puluh sembilan persen kegagalan datang dari orang yang punya kebiasaan suka membuat alasan, begitu kata George Washington Carver. Daripada mencari jalan keluar, mereka memilih untuk membuat 1001 dalih mengenai kegagalan mereka. Alhasil, kesempatan belajar pun terlewatkan begitu saja.

Dalam buku The Magic of Thinking Big, David J. Schwartz menjelaskan mengenai penyakit pikiran yang mematikan alias penyakit dalih (excuisitis). Orang-orang gagal senantiasa berdalih mengenai kegagalan mereka. Penyakit dalih tersebut biasanya muncul 4 bentuk, yaitu:
- dalih kesehatan
- dalih inteligensi
- dalih usia
- dalih nasib

Dalih kesehatan biasanya ditandai dengan ucapan,
"Kondisi fisik saya tidak sempurna",
"Saya tidak enak badan",
"Jantung saya lemah",
dan sejenisnya. Orang sukses tidak pernah menganggap cacatnya itu sebagai hambatan. Saya punya sahabat dekat yang menderita polio namun dikenal sebagai dokter spesialis ginjal sukses dan murah hati.
Sejumlah besar tokoh-tokoh dunia bahkan punya cacat fisik. Presiden Amerika ke-32 Franklin Delano Roosevelt menderita polio, Shakespeare lumpuh, Beethoven tuli, Napoleon Bonaparte memiliki postur tubuh yang sangat pendek.

Dalih inteligensi ditandai dengan ucapan,
"Saya kan tidak pintar",
"Saya kan bukan rangking teratas",
"Dia lebih pandai",
dan sejenisnya. Inilah dalih yang paling umum ditemukan. Tanpa bermaksud mengecilkan arti sekolah, saya ingin mengatakan kepada Anda bahwa tidak perlu jadi profesor agar Anda bisa sukses.

Selanjutnya, dalih usia yang ditandai dengan ucapan,
"Saya terlalu tua",
"Saya masih terlalu muda",
"Biarkan yang lebih tua yang duluan",
dan sejenisnya. Padahal tidak ada batasan usia dalam meraih sukses.Kolonel Sanders memulai usahanya di usia 65 tahun.

Berikutnya adalah dalih nasib, misalnya dengan mengatakan, "Aduh, nasib saya memang selalu jelek",
"Itu sudah nasibku",
"Itu memang takdir"
Memang amat mudah untuk selalu menyalahkan nasib. Padahal nasib kita ditentukan oleh kita sendiri. Tuhan telah memberikan hidup dengan sejumlah pilihan.

Lihatlah betapa banyaknya orang yang memilih berdiam diri daripada melakukan apa yang bisa mereka perbuat. Padahal apapun yang layak diraih layak diupayakan dengan seluruh kemampuan yang kita miliki. Sayangnya, potensi diri ini kerap hanya terkubur
karena kebiasan kita membuat dalih jika apa yang kita kerjakan tidak berjalan sesuai harapan kita atau hasilnya tidak segera kelihatan.

Gaya hidup modern yang serba instant secara tidak langsung membuat kita sering mengharapkan hasil yang instant pula. Kita kepengen sekali makan durian tanpa mau menanam, menyiram, memupuki dan merawat pohonnya.

Saya sendiri sempat terkejut membaca cerita tentang ilmuwan besar seperti Albert Einstein yang pernah diusir dari sekolah karena dianggap lamban. Ia bahkan mendapat nilai buruk dalam pelajaran bahasa Yunani karena ingatannya yang lemah. "Tak peduli apa pun yang kamu lakukan, kamu takkan dapat melakukan apa-apa," kata gurunya.

Saya juga teringat kepada Thomas Alva Edison yang hanya bersekolah beberapa bulan namun tercatat sebagai pencipta terbesar sepanjang jaman dengan lebih dari 1.000 hak paten. "Saya mempunyai banyak ide tapi hanya sedikit waktu," ujarnya. Edison gagal di sekolah. Gurunya merasa Edison tidak punya minat belajar, pemimpi dan mudah sekali terpecah konsentrasinya. Yang sungguh membuat saya terharu adalah sikap Ibu Edison terhadap putranya. Ia terus mengajari Edison di rumah dan setiap kali Edison gagal, ibunya memberi harapan dan mendorongnya untuk terus berusaha.

Kalau orang gagal senantiasa berkata "itu tidak mungkin berhasil" maka orang sukses lebih suka berkata "mengapa tidak mencobanya dulu ?".
Daripada membuat alasan, orang sukses memilih untuk mencari cara mewujudkan impian mereka. Daripada berdiam diri dan menunggu datangnya kesempatan, mereka memilih pergi keluar dan menemukan kesempatan itu. Bahkan mereka mampu menciptakan kesempatan dalam kesempitan. E.M. Gray menegaskan, orang-orang sukses mempunyai kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan orang gagal.

Jika saat ini Anda masih suka membuat dalih, buatlah komitmen untuk mengubah kebiasaan itu. Jangan biarkan potensi diri Anda dibelenggu oleh dalih-dalih Anda. Ingat selalu nasihat Theodore Roosevelt, "Lakukan apa yang Anda bisa, dengan apa yang Anda miliki, di mana pun Anda berada."

Sebagai akhir, ijinkanlah saya membagikan kepada Anda sebuah syair dari
Afrika berjudul Perlombaan Saat Matahari Terbit. Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singa tercepat. Jika tidak, ia akan terbunuh. Setiap pagi seekor singa bangun, ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada rusa terlamban. Jika tidak, ia akan mati kelaparan. Tidak penting apakah Anda adalah sang rusa atau sang singa. Saat matahari terbit, Anda sebaiknya mulai berlari.

Sukses besar bisa dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Mulailah dari mengubah belanja bulanan Anda menjadi sumber penghasilan...

Tuesday, July 7, 2009

Kenyataan Dunia Network Marketing

6 Mitos Tentang Network Marketing

Dalam menjalankan bisnis network-marketing, sering kali kita bertemu dengan orang-orang yang skeptis, ataupun orang-orang yang merasa tahu dan mengerti bisnis network-marketing, tetapi hanyalah orang-orang yang salah paham mengenai sistim dan cara kerja bisnis network marketing.

Melalui artikel ini, saya ingin memberikan penjelasan atas 6 mitos yang sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network-marketing.

6 mitos yang sering menimbulkan kesalah-pahaman tentang industri network marketing adalah :

Mitos PERTAMA : Cara terbaik untuk sukses di bisnis network marketing adalah dengan bergabung dengan perusahaan network-marketing baru. Mitos ini muncul karena adanya anggapan bahwa penghasilan terbesar yang diperoleh oleh pelaku bisnis network-marketing berasal dari awal berdirinya sebuah perusahaan network-marketing.

Kenyataannya adalah, tahap awal mungkin merupakan masa terburuk untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing. Mengapa?

Sudah merupakan sebuah kenyataan di dunia bisnis (dan bukan hanya di bisnis network-marketing) bahwa 70% dari semua perusahaan baru akan gulung-tikar dalam lima tahun pertama.

Kalau begitu, bagaimana Anda bisa yakin bahwa perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bukanlah satu satu dari 70% perusahaan yang gulung-tikar tersebut?

Pada tahap awal sebuah perusahaan network-marketing, semua orang menginginkan dan berharap bahwa perusahaan tersebut akan sukses. Akan tetapi, merosotnya kinerja sebuah perusahaan network-marketing terjadi secara perlahan-lahan dan kadang-kadang tanpa disadari oleh para anggota dan distributornya.

Untuk sukses dalam bisnis network marketing, dibutuhkan investasi waktu dan usaha yang tidak sedikit. Bagaimana jika perusahaan network-marketing tempat Anda bergabung bangkrut setelah Anda meng-investasikan beberapa tahun dalam bentuk waktu dan usaha? Semuanya menjadi sia-sia saja, bukan?

Dari penjelasan di atas, Anda dapat melihat bahwa waktu terbaik untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing adalah sesudah perusahaan tersebut berhasil membuktikan kemampuan mereka untuk mengembangkan bisnis secara etis, serta memenuhi kewajiban-kewajiban berupa pembayaran bonus kepada distributor secara teratur dan tepat waktu.

Mitos KEDUA : Kesuksesan seorang network-marketer adalah karena berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dan faktor keberuntungan (hoki) merupakan faktor utama kesuksesan seorang network-marketer.

Mitos ini timbul karena potensi income tidak terbatas yang ditawarkan oleh industri network-marketing itu sendiri. Orang-orang yang menjalankan bisnis network marketing mengharapkan untuk mendapatkan income besar dalam waktu singkat tanpa kerja keras. Tentu saja sebagian besar orang gagal di network marketing dengan pandangan tersebut. Orang-orang yang gagal di network marketing karena kesalah-pahaman tersebut kemudian beranggapan bahwa untuk menjadi sukses dalam bisnis network-marketing dibutuhkan keberuntungan (hoki) yang besar.

Perlu Anda sadari bahwa bisnis network-marketing adalah sebuah bisnis, bukan merupakan sebuah hobby, permainan, atau sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang iseng, kurang kerjaan, maupun orang-orang yang ingin cepat kaya tanpa berusaha keras.

Orang-orang yang menganggap network marketing sebagai sebuah hobby ataupun sebagai sebuah permainan biasanya tidak akan sukses menjalankannya. Akan tetapi, orang-orang yang memperlakukan network-marketing layaknya sebuah bisnis, ataupun sebagai sebuah pilihan karir/professi memiliki kesempatan yang besar untuk sukses dalam menjalankan bisnis network-marketing.

Sama seperti halnya di bisnis maupun profesi lain, untuk menggapai sukses di bisnis network-marketing, Anda perlu juga membekali diri dengan ketrampilan dan keahlian. Anda juga perlu melakukan investasi di perkakas (tools) yang tepat untuk dapat menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara maksimal.

Mitos KETIGA : Network marketing adalah bisnis untuk orang miskin yang bermimpi menjadi kaya raya.

Walaupun banyak orang-orang yang sukses di bisnis network marketing memiliki latar belakang yang sederhana, pandangan ini merupakan pandangan yang salah. Sayangnya, mitos ini sendiri muncul akibat cerita yang sering digembar-gemborkan oleh banyak pelaku bisnis network-marketing itu sendiri.

Seperti di bisnis-bisnis lainnya, untuk menjadi sukses di bisnis network marketing, orang harus memiliki ketrampilan dan keahlian. Anda juga memerlukan sumber daya seperti modal, kenalan, disiplin dan juga visi dalam menjalankan bisnis Anda.

Sebagian orang tidak sukses secara finansial karena memiliki kekurangan-kekurangan seperti tidak percaya diri, tidak tahu cara menyampaikan pendapat, kurang bisa bersosialisasi dan lain sebagainya. Melalui network-marketing, seseorang dapat mengasah ketrampilan-ketrampilan tersebut.

Kenyataan sebenarnya adalah, orang-orang yang sukses di bisnis network-marketing sering kali adalah orang-orang yang juga telah sukses di bidang dan bisnis lain.

Oleh karena itu, pandangan bahwa orang miskin yang menjadi kaya-raya setelah menjalankan bisnis network-marketing adalah sebuah pandangan yang tidak benar.

Mitos KEEMPAT : Jika network-marketing dapat benar-benar dijalankan, maka semua orang akan menjalankannya sehingga pasar akan menjadi jenuh (saturasi).

Walaupun masuk akal secara matematis, mitos ini tidak pernah terbukti. Sejarah telah membuktikan bahwa network-marketing merupakan bisnis yang nyata, dan kejenuhan (saturasi) bukan merupakan sebuah ancaman.

Amway, perusahaan network-marketing tertua dan terbesar di dunia telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun. Distributor-distributor Amway telah "menggambar lingkaran" dan merekrut distributor baru selama lebih dari 40 tahun, dan sampai sekarang belum ada indikasi bahwa pasar telah jenuh dengan apa yang ditawarkan oleh para distributor Amway ini.

Memang, sistim bisnis network-marketing sangatlah dashyat, akan tetapi ternyata tidak cukup dashyat hingga sanggup menghilangkan keacuhan dan ketidakpedulian semua orang terhadap kedashyatan yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini. Berbahagialah Anda yang percaya dengan kedahsyatannya dan mau mencobanya.

Mitos KELIMA : Anda harus "memanfaatkan" teman dan keluarga untuk memperoleh income di bisnis network-marketing.Ini merupakan sebuah persepsi yang sangat salah mengenai bisnis network-marketing. Kenyataannya adalah : Anda tidak memanfaatkan orang lain
dan tidak boleh memanfaatkan orang lain untuk mencapai sukses di bisnis network-marketing.
Dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing, satu-satunya hal yang "dimanfaatkan" adalah produk dan jasa yang didistribusikan sebuah perusahaan network-marketing melalui para distributornya. Mesin penggerak bisnis network-marketing adalah produk dan jasa yang dipergunakan oleh para distributor.

Dalam bisnis network-marketing, Anda tidak memanfaatkan orang lain. Anda hanya menawarkan produk dan jasa yang Anda pergunakan sendiri kepada teman dan kenalan Anda. Jika teman Anda menyukainya, mereka juga akan menggunakannya. Jika teman, saudara dan anggota keluarga Anda yang lain tidak menyukai produk yang Anda tawarkan, Anda tidak perlu memaksa. Itu adalah hak mereka.

Mitos KEENAM : Kebanyakan orang gagal di bisnis network-marketing. Para "leader" mendapatkan duit dari "distributor kecil".

Seperti halnya di industri-industri lain, orang-orang yang sukses di bisnis network marketing adalah orang yang paling tekun dan yang berusaha paling keras dalam menjalankan bisnisnya.

Di bisnis network-marketing, orang yang sukses adalah orang yang paling banyak melakukan penjualan produk/jasa dan paling banyak membimbing dan melatih distributor baru hingga bisa mandiri dan sukses.

Jika Anda menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, dan telah mengembangkan jaringan distritor sebanyak 500 orang yang masing-masing menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan, tentu saja Anda akan memperoleh income 500 kali lebih banyak dari orang yang hanya menjual produk senilai Rp.500 ribu per bulan.

Adil sekali, bukan???

Blogger template 'PlainFish' by Ourblogtemplates.com 2008